PERJUANGAN GADIS MALAM
Masuklah sang gadis tersebut kedalam kamarnya, diambl mukenanya yang berwarna merah muda dan sajadah serta dimatikanlah lampu-lampu yang selama satu hari menerangi kamarnya. Gelap-gelap memang malam itu, namun dengan kegelapan tersebut didekatkanlah dirinya kepada sang pencipta ALLah SWT dengan menunaikan shalat malam. Hening suasana diiringi suara katak dan jangkrik yang sedang bersahutan membuat lebih terasa akan kebesaran tuhan. Shalat ditunaikan dengan beberapa bacaan ayat-ayat suci yang menggema hanya pada telinga dirinya saja karena tidak ingin orang lain terbangun dan menghancurkan malamnya untuk bercengkrama dengan sang kholiknya. Rakaat demi rakaat dijalankan, gerakkan takbir, ruku’ serta sujud yang saling bergantian dengan ketenangan membuat jiwa semakin kuat untuk mensyukuri akan nikmat tuhan.
Tidak terasa waktu semakin terus berjalan, dzikir dan doa terus dilantunkan hingga subuhpun datang. Keluarlah ia bersama sang ayah dan ibu, menuju masjid untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah. Langkah kaki perlahan tapi pasti, dengan teriring doa “ Bismillah tawakaltu ‘allalloh ” tibalah ia di masjid. Ditunaikanlah shalat sunah-shalat sunah sebagai pembuka ketika masuh ke masjid. Shlalat tahiyat masjid serta shalat sunah kobla subuh ditunaikannya, terdengar suara puji-pujian saling bersamaan dari bapak-bapak yang turut berjamaah. Khomat dikumandangkan menandakan shalat subuh siap ditunaikan, shalatlah gadis itu berjamaah hingga akhir diakhiri dengan doa. Pulanglah dia bersama keluarga dengan menggandeng mukenanya sambil tetap bertasbih “ subhanallah walhamdulillah wawohu akbar” . tiba dirumah tidaklah ia tidur atau bermanja-manja diri dengan segala kemewahan yang ada. Diambilnyalah sebuah buku besar dan berbahasa bukan bahasa Indonesia. Dibacanya buku itu yang disebut kitab suci al-qur’an, ia membaca surat-surat yang penuh dengan makna sambil menghayatinya. Surat al-waqingah, surat al-mulk dan surat arrohman adalah surat andalannya dalam meniti kehidupan.
Ketika ibadah sudah selesai, dengan senang hati ia bekerja membantu keluarga. Meskipun tidak di bayar dengan uang namun tidak membuatnya patah semangat untuk mencari ridhonya. Ketika waktu sela kerja yang ada disempatkannya untuk shalat duha, memohon kemudahan urusan, riski, kesehatan dan lain sebagainya. Selalu mensyukuri akan nikmat tuhan dan selalu terseyum dengan penuh kasih sayang.
Ayah ibumu terseyum, melihat dirimu tumbuh menjadi gadis yang penuh makna. Tanpa merasa harus takut dan malu akan apa yang telah engkau lakukan. Kerena mereka tahu engkau terciptakan oleh sang tuhan untuk menjadi wanita yang beriman, wanita yang salehah, teguh pendirian, tidak mudah digoncangkan iman oleh nafsu setan. Karena engkau selalu menghiasi dirimu dengan kebaikan serta baju dan kerudung sebagai penutup auratmu. Engkau gadis yang tak mudah untuk diluluhkan oleh lelaki manapun jua. Karena ketika ada lelaki yang mencoba menyayangimu dan ingin memilikimu sebagai pendampingmu engkau acuh tak acuh serta tidak mau memperdulikan seorang lelaki yang mencoba mendekatimu itu.
Itulah kesibukanmu setiap hari, engkau selalu berbagi dengan teman siapa saja tanpa membedakan. Rela menolong kepada teman yang membutuhkan tanpa mengharapkan imbalan. Bahkan engkau si gadis yang terbilang murah senyuman.
Sekian………..!
Kediri, 10 Agustus 2010
Created by Abina Slamet
Tidak ada komentar:
Posting Komentar