Sabtu, 23 Oktober 2010
Pagi hari usai bangun tidur pukul 4.00 WIB aku menuju ke masjid untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah. Sebelum shalat subuh aku shalat sunah dulu tahiyat masjid dan kobla subuh dan sesudah shalat subuh aku mengaji beberapa ayat. Setela itu aku melanjutkan tugasku yaitu menyapu halaman dan member makan kambing, hingga selesai dan setelah itu aku berangkat ke kampus pukul 7.30 WIB. Aku ke kampus karena Rina sms kalau mau pinjam untuk kegiatan lomba MC dan akupun menyanggupi dan akhirnya dating. Sesampai di kampus pukul 08.15 WIB ternyata acara belum di mulai dan aku oleh Adit langsung di todong untuk mewakili kelasku. Usut punya usut ternyata yang menjadi deleasiku tidak ada dan akupun tanpa persiapan teks atau naskah mengiyakan, hanya dengan modal keberanian dn pengalaman berbicara secara mendadak.
Waktu terus berlalu dan aku mendapat urutan terakhir yaitu nomor urut 23 dari seluruh peserta. Maka seusai dewan juri yang terdiri dari Bunda Sri Aliami, Mbak Asih dan Rosa datang dan bunda memberikan pengarahan, maka saat peserta pertama mau maju aku undur diri untuk melaksanakan shalat duha di masjid kampus. Aku jalan kaki saja karena tempatnya juga dekat. Aku shalat duha diserambi kiri masjid yaitu tempat yang biasanya digunakan oleh cewek istirahat. Saat itu pembangunan pelebaran serambi depan masjid juga sedang dikerjakan, jadi penuh dengan material. Setelah selesai shalat duha akupun kembali ke tempat lomba dan menyaksikan lomba MC yang begitu unik, dan terkadang ada lucu. Satu persatu maju hingga akirnya nomor urut terakhir yang maju yaitu aku. Aku maju tanpa menggunakan teks dengan berpakaian batik dan bercelana jin sepatu pantovel dan berambit cukup gondrong untuk penampilan ini. Akupun cuek karena memang tanpa persiapan. Dengan nada yang teratur aku sampaikan apa yang bisa aku sampaikan sebagai pemandu acara resmi. Aku berkata dengan ritme yang cukup teratur. Usai itu saat menjadi MC hiburan, aku flourkan semua apa yang ada diotakku, terutama cara bicara, aku lebih banyak menggunakan cara bicara MC panggung Dangdut. Mana suaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaamuuuuuuu, tepuk tangan yang meriaaaaaah. Pokoknya aku mendobrak penonton dengan suara paling keras sendiri. Usai acara dewan juri merekap nilai dan kemudian ada pembekalan bagi 10 orang yang masuk sebagai peserta lomba. Pukul 12.00 WIB ada pengumuman dan aku termasuk salah satu yang masuk nominasi. Usia itu aku shalat duhur dan kemudian pulang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar