Entri Populer

bahasaku bahasa .........

Bahasaku adalah bahasa yang aku mengerti dan aku berharap orang lainpun mengerti. susah memang memahami bahasa bila kita tidak mengenalnya. amati kehidupan, maka kamu akan menemukan bahasa sejati. bahasa sanubari dan ekspresi


Agustus 14, 2011

SEBUAH RENUNGAN

Bertahun-tahun manusia hidup dan bekerja untuk mencari penghidupan. berbagai carapun dilakukan agar semakin bertahan hidup, menyambung untuk hari esok lagi. Setiap hari kita selalu diajarkan politik, politik bagaimana menapaki kehidupan, bagaimana mencari makan?, bagaimana dan bagaimana yang lainnya. Aku bahagia ketika datang bulan yang penuh rahmat. bulan suci ramadhan yang kita nanti setiap tahunnya. 31 Juli 2011 adalah malam pertama menjalankan ibadah tarawih. ya ibadah tarawih di masjid-masjid atau mushalla. senang sekali hati ini. menikmati lantunan ayat suci al qur'an dan makan sahur serta shalat malam yang kita rindukan. subhannallah.
Pagi haripun tiba, fajar menampakkan dirinya menyinari sang bumi. ayam berkokok mencari makan kesana kemari untuk sekedar mengisi perut yang kosong sejak sore hari. tok tok petok, suara ayam betina yang mengandung calon anak ayam yang berupa telur yang siap dikeluarkan dan menjalankan puasa untuk anak-anaknya agar bisa menetas. dan ayam jago kuk kurukukkkkkk. melihatkan keperkasahannya untuk mendekati sang betina. mereka berikhitar tapi tak lupa akan bersujud kepada Allah dalam waktu tertentu.
Wahai manusia yang budiman bila menjalankan keimanan. Alangkah munafiknya kita ketika siang hari, ketika saudara kita sedang menjalankan ibadah puasa, sedang bertafakur kepada Allah., seenaknya makan di jalan tanpa merasa ada beban dan rasa malu. itulah yang saya lihat. bukan orang yang kaya yang banyak menjalankan tindakan itu. namun justru orang yang sudah miskin lagi papa. orang yang kaya dan seiman semakin banyak mendekatkan diri kepada Allah di bulan puasa ini, agar bisa ikut merasakan derita orang miskin, ya derita saudara seiman yang miskin. namun yang diperhatikan justru tak perduli dan lebih memilih makan ketimbang harus berpuasa juga. astagfirullah.
Kawan, perhatikan saudara kita yang seiman. mengamen di tepi jalan, meminta-minta belas kasihan, tebang tebu dari sebelum subuh hingga malam kembali, menjadi kuli bangunan yang tak kenal berhenti.. hanya katanya untuk keluarga yang dirumah. namun apakah benar?
Kawan, kita lihat apa yang terjadi pada mereka. apa yang dilakukan setelah mndapatkan uang? uang? dan uang?. se pengemis di jalanan ataupun yang keliling setiap hari. berapa uang yang di dapat dari meminta? tidak kurang dari Rp.50.000,- setiap hari kawan. lalu dikemanakan uang itu yang sudah bertahun-tahun dikumpulkannya?. apakah dinikmatinya ataukah orang lain yang justru menghabiskannya. saya melihat mereka jarang membelanjakan uangnya. karena kebutuhan sehari-hari juga dari meminta.
si kuli bangunan atau tukang tebang, dikemanakan uangnya? untuk keluargakah atau untuk siapa?. banyak cerita yang di dengar. sehabis gajian bukan keluarga yang dituju. namun keluar ...... tuk raga. Apa itu? . yaaa kawan-kawan pasti bertanya. keluar ...raga yaitu keluar untuk raga katanya. uangnya untuk menjaga kesehatan. jamu katanya. lalu jamu apa yang diminum? bukan jamu kuku bima, beras kencur, jaga raga atau jenis jamu yang benar. tapi jamu bintang, jamu wisky, jamu topi miring atau jamu sejenisnya. pulang sempoyongan. astagfirullah.
Kawan, mereka banting tulang, hingga melupakan panggilan, melupakan perintah tuhan, melupakan puasa, melupakan segalanya. lalu apa maunya. kaya harta tidak, kaya iman tidak. mau dibawa kemana hidupnya kelak?. orang kaya dekat dengan kesombongan. namun orang miskin dekat dengan iri dan kekufuran karena tanpa dibekali iman.
wahai saudara seiman. mari kita beri lapangan kepada saudara kita kerja agar tidak miskin lagi dan tidak kufur serta saudara yang miskin, jangan patah semangat, miskin kaya itu urusan Allah. tapi kita harus mengejar kaya. bukan orang kaya yang terus kaya, tapi orang miskin bisa kaya.
perbaiki hidup. perbaiki hati dan perbaiki negeri


salam hangat dari saudaramu.



abinaslamet


Tidak ada komentar:

Posting Komentar