Sabtu, 16 Juni 2012 merupakan hari yang sangat melelahkanku, mulai bangun tidur shalat subuh dan kemudian bekerja membersihkan halaman, menyiram bunga, menguras kolam di taman dan kemudian membentu persiapan akreditasi di MTs Al-Fajar. Aku hanya bisa melaksanakan pada hari libur karena keseharianku ke kampus untuk bertugas menjaga perpustakaan. Aku membantu menanam bunga, aku diperintahkan untuk mengisi pot bunga dengan pasir dan akupun mengisinya secukupnya. Namun naas, pot yang aku isi ternyata tidak mampu menahan jumlah pasir yang ada karena kaki pot kurang kuat dan semennya hanya sedikit. Akupun tetap melanjutkan pekerjaan yang diserahkan kepadaku hingga pukul 12. namun aku sempatkan beberapa menit untuk shalat duha dahulu.
Usai pekerjaan selesai, akupun ke masjid untuk shalat duhur. aku adzan dan pujian serta iqomah dan imam shalat pak Anang karena mbah Abu sudah shalat duluan. usai shalat akupun tidur di masjid hingga pukul 15.05 dan menjalankan shalat ashar bersama mbah Abu. Sehabis shalat ashar aku pulang dan menjalankan tugasku menyirami bunga menguras kolam ikan hingga pukul 17.00 WIB. setelah itu istirahat, shalat magrib, nonton tv dan shalat isya'. usai shalat isya' di masjid aku disuruh membelikan obat ke apotik sentral dan akupun berangkat dengan menggunakan sepeda motor. berangkat pukul 19.05 dan pukul 20.00 sudah sampai di kandat lagi. baru setelah itu persiapan berangkat menuju ke Gunung Besuki untuk menyusul adik pramuka MAN Kandat dan MTs Al-Fajar yang melaksanakan perjalanan jalan kaki untuk survei lokasi guna persiapan Pemerimaan anggota baru Pramuka. Pukul 21.00 WIB setelah Aripin pulang dari mengaji aku ajak berangkat karena memang sebelumnya sudah janjia. Aku kunci pagar rumah dan meluncur dengan menggunakan sepeda motor Fit X ku. Aku membonceng Aripin dan kami melewati Menyeberang Brantas lewat Nambangan Bangle Ngadiluwih. Penyeberangan tidak menggunakan perahu langsung melainkan jambatan bambu dan perahunya di tengah sebagai penopang karena sungai brantas dangkal. Saat menyeberang kami harus bayar upeti Rp. 2000. dan setelah itu baru melanjutkan perjalanan.
Saat sampai di Mojo kami berhenti sebentar untuk membeli bensin dan minuman club botol serta Racun Kuku Bima. baru setelah itu melanjutkan perjalanan naik ke puncak. Dalam perjalanan kami tidak banyak berjumpa orang maupun pengendara sepeda motor, hanya beberapa orang saja dan suasana sepi menyelimuti perjalanan kami. Jalan yang liku-liku dan penuh tanjakan serta hawa dingin menyelimuti dengan turunnya kabut. Ketika hendak sampai di puncak Besuki aku dan aripin diselimuti kabut yang tebal dan gerimis serta terdapat kelelawar putih yang mengiring perjalanan kami. kamipun heran dan memperbanyak membaca shalawat dan dzikir. alhamdulillah akhirnya sampai pula di puncaknya bertemu dengan adik-adik di mushalla. saat awal aku temui ada satu yang pingsan yaitu Nurul dari MTs dan yang lainnya sehat. namun ketika berjalan beberapa waktu istirahat ternyata Arum mengalami kram karena dingin. akhirnya kami memberikan perawatan seadanya kepadanya. Namun untuk Nurul ada perawatan khusus yaitu dengan bantuan salah satu murid gus Stabut dan beliau mengambil makhluk yang mengikutinya dengan keluarnya sejenis kristal putih dan warna emas. dan sebuah tombak yang saling bertarung didalam tubuhnya. sehingga ketika sakit tersebut matanya seakan memandang sesuatu yang orang lain tidak tahu. dan alhamdulillah akhirnya keduanya mampu disembuhkan dan mereka istirahat.
Aku kemudian membeli kopi dan teh hangat di warung dekat parkiran dengan aripin dan pak amir serta mas jam'an. setelah dirasa cukup kembali ke mushalla dan memberikan air teh hangat tersebut kepada mereka yang membutuhkan. dan setelah itu mereka istirahat karena capek. Murid Gus Stabut dan temannya ngobrol dengan salah satu adik ceweknya di telpon dan aku dengan yang lainnya juga ngobrol di teras mushalla. pukul 01.00 Wib aku shalat tasbih dan witir di dalam mushalla dan kemudian kembali lagi berkumpul dengan mereka untuk bercerita hingga pukul 2.55 WIB. Lalu aku membangunkan Aripin dan mengajaknya pulang. Dalam perjalanan pulang kami sangat tertantang karena selain hawa dingin kami juga melihar sesuatu yang aneh di atas kami, seperti kain putih yang layaknya digunakan makhluk halus serta berhadapan dengan jalan yang tajam. akhirnya dengan mengucap alhamdulillah kami sampai di bawah dan kami menyeberangi kembali sungai brantas yang di jaga seorang penjaga karena yang lainnya tidur di perahu. lalu kami meluncur pulang dengan riang dan dalam perjalanan aripin mendapat telepon dari agus bahwa pak Irul dari semarang akan datang dan sampai di Blabak. Usai itu aku pacu motor dan kemudian membuka pintu dan menunggu kedatangan pak irul. pukul 4.00 WIB pak Irul sampai dengan menumpang travel jurusan malang dan aku menjemputnya di jalan. usai itu nonton bola hingga adzan subuh dikumandangkan dan kemudian menuju ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah. Sehabis shalat aku membeli nasi pecel dan tumpang 5 bungkus 5 bungkus di warung tegalan jalan Karang tengah. usai membeli nasi aku berikan dan menyapu halaman serta membersihkan rumput di MTs Hingga pukul 10.00 WIB, lalu setelah itu shalat duha dan pukul 10.30 WIB tidur karena semalam tidak tidur sama sekali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar