Entri Populer

bahasaku bahasa .........

Bahasaku adalah bahasa yang aku mengerti dan aku berharap orang lainpun mengerti. susah memang memahami bahasa bila kita tidak mengenalnya. amati kehidupan, maka kamu akan menemukan bahasa sejati. bahasa sanubari dan ekspresi


Maret 07, 2010

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN

Pengurus OSIS MAN Kandat

Latihan Wawancara Saat Leadership

Akhir bulan januari 2010 tepatnya hari sabtu-minggu (30-31/01) sepulang sekolah pengurus OSIS MAN Kandat mengadakan suatu diklat kepemimpinan untuk pengurus osisnya. Kegiatan leadership dilakukan sehari semalam di gedung sekolah MAN Kandat. Mereka menamakan kegiatan leadership dengan nama LKS ( Latihan Kepemimpinan siswa).

Berawal pada hari sabtu tanggal 30 Januari 2010 pukul 13.30 WIB Osis MAN Kandat mengadakan kegiatan kepemimpinan tersebut dengan suasana cerah sekali. Jumlah peserta 20 orang, dan para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Acara yang di selenggarakan tersebut dilaksanakan sesuai jadwal yaitu berakhir pukul 14.00 WIB pada hari minggu tanggal 31 Januari dengan sederetan rangkaian acara yang telah disusun. Acara tersebut meliputi bagaimana cara menjadi seorang pemimpin, ceramah keagamaan sebagai bekal pemimpin, cara berkomunikasi, cara memotivasi anggota organisasi dan renungan yang dibina oleh beberapa Pembina yang berpengalaman dan telah lama malang melintang dalam dunia organisasi.

Ketika acara sedang berjalan sepertiga jalan yaitu waktu magrib usai shalat, hujan turun dengan begitu lebatnya serta tak kunjung berhenti ketika adzan isya’ di kumandangkan. Hal ini yang menghambat peserta untuk shalat berjamaah di masjid karena tidak membawa paying ataupun mantel. Karena hujan tak kunjung reda sedang pak Juairi selaku guru MAN Kandat dan juga Kepala Sekolah MI Purwodadi memberikan materi kepada peserta dengan penuh motivasi dan peserta senang sekali dengan apa yang disampaikan beliaunya. Dengan pengalaman-pengalaman baru yang diberikan oleh pemateri diharapkan OSIS MAN Kandat akan menjadi lebih baik.

Pada materi berikutnya yang dibina oleh alumni MAN Kandat saudara Agus Muhaimin adik-adik peserta LKS diajak bermain peran dalam Api Unggun. Materi yang diberikan tentang “kebersamaan dan kerja sama”. Awal permainan adalah peserta menyanyikan yel-yel yang telah dibuat sejak tadi siang dan juga mementaskan sebuah seni, mereka terbagi dalam 4 kelompok dan jumlah peserta ada 4-5 per kelompok. Dari tiap kelompok ada yang menyanyi dan ada pula yang mementaskan sebuah drama tragedi yang intinya menggambarkan perjuangan seorang siswa untuk sekolah setinggi-tingginya. Ada satu hal yang paling unik dari kerja sama yang diajarkan oleh saudara agus selaku alumni yaitu adik-adik di minta membuat tandu dan mengangkat pasien ketika tandu seudah jadi dan membawanya berkeliling sesuai rute yang ditentukan dengan system perlombaan. Di akhir sesinya saudara Agus membagikan satu bungkus nasi kotak, satu gelas air mineral 250 ml dan 4-5 sedotan air mineral untuk masing-masing kelompok. Dengan sistem komando mereka memakan bersamaan diawali dengan perintah seperti berikut :

Agus : Sayur

Peserta : Mengambil sayur dan mengangkatnya

Agus : Makan

Peserta: Memakan dengan sejumlah sayur yang ada di genggaman tangannya dan tidak boleh mengambil sebelum ada perintah. Begitu seterusnya.

Dari permainan tersebut saudara Agus mengharapkan saleuruh pengurus Osis man kandat mampu menjalankan tugasnya dengan kerja sama dan bersama. Setelah permainan selesai pukul 22.30 WIB peserta istirahat karena pukul 01.00 WIb harus bangun untuk renungan. Sebagian besar tidur dan 3 orang panitia berjaga termasuk alumni berjaga. Kami berjaga tidak hanya terjaga secara mata saja, tapi terjaga sambil memikirkan masa depan osis dan juga pengembangan ilmu kami. “Kami tidak mau terkungkung dan terbaik hanya di MAN Kandat saja, tapi kami ingin terbaik pula diluar sana” kata salah satu pengurus yang penulis ambil kesimpulannya. Tepat pukul 01.00 WIB peserta di bangunkan dan mengikuti kegiatan renungan di salah satu ruang kelas yang tidak berpenerang selain lilin yang telah disediakan. Acara berjalan kurang lebih satu jam dan dilanjutkan shalat malam sebagai wujud syukur pada sang Kholik.

Selesai shalat malam adik-adik latihan berbicara didepan umum dengan di pandu alumni 2007 kakak Dwi Novita Sari. Mereka belajar mengungkapkan pendapat dan beradu argumentasi dari apa yang dialami dan dilihatnya selama ini. Mereka berani bicara dan berani malu di depan teman-teman untuk menyampaikan pendapatnya. Hal tersebut berlangsung hingga menjelag adzan subuh, lalu di lanjutkan shalat berjamaah dan senam pagi. Dari peserta yang sebelumnya belum bisa memasak pada saat LKS belajar memasak nasi dan menggoreng mie dengan hasil cukup baik dibanding sebelumnya yang belum pernah berkutik dalam dunia masak.

Pada materi yang terakhir ini yang sulit sekali dilakukan oleh seseorang yaitu wawancara. Tidak semua orang bisa melakukan wawancara terhadap orang yang diwawancarai. Maka dengan berbekal keberanian dan juga ingin maju peserta LKS mendapat tugas mewawancarai masyarakat sekitar MAN Kandat. Dari hasil wawancara yang dilakukan sekitar 3 jam kepada beberapa orang ( satu kelompok minimal 7 orang diwawancarai). Mereka mendapatkan hasil tentang tanggapannya dan harapannya terhadap MAN Kandat. Dari hasil tersebut bahwa sebagian masyarakat masih belum mengenal MAN Kandat, tapi yang dikenal adalah AL-FAJAR yaitu sekolah yang dulu sebelum berubah status menjadi MAN Kandat. Hal inilah yang menjadikan tugas keluarga MAN Kandat untuk lebih memperkenalkan diri di masyarakat kalau di kecamatan ada MAN yaitu MAN Kandat dengan beberapa aktivitas yang telah diharapkan masyarakat seperti Baksos, Tahlil bersama dengan masyarakat, atau kegiatan lainnya yang melibatkan masyarakat sekitar MAN Kandat. Sepulang dari kegiatan LDK OSIS MAN Kandat benar-benar telah membawa manfaatnya yang di bawa terjun ke masyarakat.

( Slamet, Mahasiswa Universitas Nusantara PGRI Kediri )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar