Entri Populer

bahasaku bahasa .........

Bahasaku adalah bahasa yang aku mengerti dan aku berharap orang lainpun mengerti. susah memang memahami bahasa bila kita tidak mengenalnya. amati kehidupan, maka kamu akan menemukan bahasa sejati. bahasa sanubari dan ekspresi


April 23, 2010

puas puas ah

Hari kamis tanggal 21 januari 2010 adalah hari yang sangat menyenangkan bagiku karena saat itu aku mendapatkan baju seragamku yang aku jahitkan sejak 15 hari yang lalu dan ibu asuhku tak menarahiku. Pada pukul 09.00 WIB temanku dari kampus dating ke rumahku untuk minta bantuan mengerjakan karena mendapat tugas dari dosen dan aku yang ditunjuk untuk membantunya, Pukul 11.00 WIB dia baru pulang setelah kami ngobrol banyak sekali tentang perkuliahan dan keluarga. Usai itu aku mandi dan sholat duha memohon kepadanya akan sesuatu untukku, keluarga dan sahabatku. Istirahat siang dimasjid sambil menunggu datangnya waktu duhur, aku berbaring dibawah tiang penyangga masjid dengan perasaan damai. Sholat duhur tiba akupun sholat dan setelah selesai pulang untuk persiapan kuliah. Aku di SMS jovita kalau dia sudah berangkat duluan, lalu aku SMS balik “dengan siapa berangkatnya?, apa dengan Puri? “Tanyaku padanya. Ia kemudian membalas SMSku dan berkata “ aku lho sudah berangkat sejak jam 10.00 naik bus”. Aku tak bertanya lagi dan kemudian aku pamitan kepada ibu asuhku di kantor yayasan dimana saat itu beliau sedang berbincang-bincang dengan Kohwat (wat Liang) orang keturunan Cina teman bapak asuhku. Kemudian aku berangkat dengan naik motor yang masih penuh dengan kotoran pasir karena kehjanan kemarin belum aku bersihkan. Dalam perjalanan aku berfikir dan semum bahagia karena jovita berangkatnya tidak dengan temannya melainkan naik bus, dimana ini akan memudahkanku untuk tetap bersamanya saat pulang kuliah. Sesampai di kampus aku sms dia dan menanyakan “pulangnya bareng siapa ?” dan diapun menjawab kalau pulangnya bareng aku. Wah betapa hatiku senang sekali melihat smsnya tersebut. mengantarkan orang yang aku sayangi pulang kerumah. Usai itu aku mendapat telepon pula dari adikku kalau dirumah ada acara yasinan dan aku harus pulang.
Saat suasana anak-anak di kelas belum ada dosen mereka asyik bermain dan bercanda dengan temannya. Aku sebagai ketua bertanggung jawab atas kelas. Karena pak sigit tak kunjung datang akupun SMS beliaunya, tak lama kemudian pak sigit membalas SMSku dan mengatakan kalau materinya sudah cukup. Maka dari itu untuk pelajaran pak sigit kosong. Saat itu pula aku mendengar temanku Guntur baru pulang operasi kaki yang sakit tertindas jagang sepeda motor orang dan kamipun pergi kerumahnya. Diana, ita, ferbri dan elly mengambil motornya di parkiran depan gedung J dan aku di depan perpustakaan. Lalu aku menghampiri mereka kemudian menghampiri yuni untuk pergi bersama. Gerimis turun dan kami tetap berangkat kerumah Guntur.

Di jalan kami berhenti untuk ke Alfamart membeli oleh-oleh untuk Guntur dan aku ambil uang Rp.20 ribu dari dompetku dan menunggu diluar, sementara Ita, Yuni dan Diana belanja sedang Febri dan Elly terus jalan tidak tahu kalau kami belok belanja dulu. Usai belanja Yuni keluar dengan minum Es sari Kedelai dan hujan semakin turun dengan cukup deras. Namun, kami tetap berangkat menuju rumah Guntur. Rumah Guntur berada di depan Telkom dan agak masuk rumahnya menghadap ke utara dan depannya ada garasi. Kami letakkan helm di atas motor lalu masuk ke rumahnya dan Guntur sendiri yang menyambutnya. Kami duduk di kursi merah di ruangan yang ukurannya 2 x 3 meter. Aku derada di sebelah timurnya Guntur menghadap keselatan dan yuni, Ita,Diana di depan ku menghadap ke utara sedang Febri dan Elly duduk di bawah menghadap ke timur . kami berbincang-bincang banyak sekali terutama mengenai penyebab penyakitnya Guntur dan suasana kampus yang sampai saat ini diselimuti banyak tugas dari dosen mata pelajaran. Apalagi tugas dari bunda puji harus di selesaikan karena besok selasa harus presentasi. Febri dan Elly sambil duduk di bawah mengerjakan tugas dari pak sigit Puji dosen mata kuliah Manajemen Keuangan karena hari ini tugas harus dikumpulkan.
Pada pukul 14.45 WIB kami kembali ke kampus dengan hujan gerimis yang mengguyur kami. Usai sampai di kampus aku tahuh motorku di depan perpus dan kemudian sholat ashar berjamaah di musholla kampus. Usai sholat aku ambil masuk kelas dan aku mencari tugas yang sudah aku selesaikan dari pak sigit tidak ketemu, dan aku merasa sangat bingung. Karena aku mengetahui kalau pak sigit hari ini hanya akan mengajar sedikit maka waktu pak sigit mulai mengabsen hingga membahas soal ujian aku mengerjakan kembali dan selesai 3 menit setelah pak sigit keluar kelas. Aku lega bisa menyelesaikan kembali meskipun tak sempurna. Usai itu aku sms jovita untuk mengajaknya pulang. Aku kemudian ke perpus dan pak Andri meminta bantuanku untuk memijat lehernya yang mulai kaku dan sakit. Setelah aku pijat beliau merasa mau muntah, namun lega setelah bisa glegeen/keluar anginnya. Lalu jo muncul , tapi farida masih mau meminta bantuannya dan terikhlaskan aku harus menunggu sambil ngobrol dengan Rosalia di depan perpustakaan sambil aku bersandar pada tembok.
Pukul 17.00 Wib kami pulang dan aku antarkan jo langsung ke rumahnya di Ngletih, karena aku juga harus pulang ke rumah di kalilanang untuk menghadiri acara yasinan yang diadakan oleh ibu angkat. Aku dari rumah jo langsung ke arah timur menuju rumah nenekku dan saat itu ayahnya jovita baru pulang dari menghadiri selamatan. Aku pulang dengan terus diguyur gerimis yang semakin lama semakin lebat. Sesampainya di desa Karangrejo aku baru menggunakan jas hujanku dengan posisi terbalik. Aku kendarai motor dengan kecepatan 70 KM per jam dan sesampai dirumah aku lepas helm dan baju tersebut dan duduk di rumah sebentar setelah itu dengan adikku mengambil kelapa di rumah Yu Mie untuk selamatan kemenakan besok hari Senin. Di rumah Yu Mie ku dibawakan es sirup untuk buka puasa dan setelah itu ke rumah kakakku yang berada di timurnya Yu Mie. Sepulang dari sana hujan turun dengan deras, dan aku ngobrol dengan kakak iparku dan juga ayah ibu sambil menunggu adzan magrib tiba. Usai adzan tiba aku buka puasa dengan es sirup tadi dan kemudian sholat dengan ayahku setelah itu dilanjutkan makan. Sehabis makan aku pergi ke rumah ayah angkatku dan disana ku ngobrol dengan keluarga besar dan mengikuti yasinan sambil mendokumentasikannya.
Usai membaca yasin selesai dilanjutkan membaca tahlil dan juga selesai bersama pula doanya, lalu waktu itu waktunya sholat isya’ telah tiba dan karena tidak ada yang mengkomati, maka aku yang maju mengkomati. Ternyata imamnya tak kunjung pula beranjak dari duduknya di alas tikar dan katanya belum waktunya isya’, menunggu tabuh bedug masjid. Aupun dengan orang-orang yang lain kecewa karean menunggu sampai pukul 19.25 WIB ternyata masjid tidak membunyikan bedugnya. Hal ini yang membuatku dan para jamaah lainnya agak jengkel karena kami sudah mengingatkan alau sudah waktunya isya’, tapi tak percaya. Kami baru sholat setelah pak jali mengomati lagi pada pukul 10.25 WIB tersebut. Kami sholat kemudian makan dan pulang. Aku usai makan dan beres-beres baru pulang ke kandat dengan pamit kepada ayah dan ibu juga kakak serta tetap memakai mantel karena hujannya turun lebat. Aku sampai di kandat pukul 20.10 WIB dan kemudian nonton TV Cobra sampai pukul 22.40 WIB, Usai itu tidur. Ketika aku sedang tidur ternyata ibu telpon 2 kali dan tak aku angkat karena tidak tahu. Lalu ibu keluar dan membangunkanku untuk mematikan TV serta memarahiku meskipun aku sudah bilang kalau ada timing untuk TV mati yang telah dilakukan oleh Dayun. Karena TV setelah itu aku matikan dan ibu masuk aku kembali tidur tanpa mau berpikir panjang tentang kejadian tersebut.
Pagi aku bangun pukul 04.05 WIB dan kemudian sholat subuh di masjid dilanjutkan mengaji dan mengetik di MAN kandat sampai pukul 05.50 WIB. Usai itu menyapu halaman kantor MAN dan juga halaman rumah, aku juga membaca buku dan sedikit belajar. Pada siang hari usai mandi aku shalat duha dan juga persiapan pergi ke masjid tuk shalat jum’at. Pukul 11.30 WIB aku berangkat ke masjid dengan bapak dan aku membawakan kursinya yang terbuat dari kayu. Usai dari masjid aku menulis cerita “Bidan Membantu Hantu Melahirkan”l alu aku berangkat kuliah pukul 13.30 WIB dan dengan menggunakan sandal jepit karena sepatuku aku taruh di bagasi motor. Sesampai di kampus aku langsung ke perpustakaan dan mengerjakan cerita “Bidan Membantu Hantu Melahirkan” di komputer petugas perpus. Aku kerjakan sampai pukul 15.00 WIB lalu usai itu persiapan shalat, aku ambil air wudhu dan pada pukul 15.10 WIB aku shalat berjamaah dengan adik dari tingkat 1. Kemudian masuk kelas dan mendapat beberapa kisi-kisi dari bunda Dwi tentang ujian semester 3. Setelah itu pulang dan aku melanjutkan menulis cerita, mencari artikel-artikel dan juga alamat email Opera Van Java. Aku cari hingga magrib dan kemudian shalat di musholla FE dan aku yang menjadi Imam shalat. Usai shalat ngobrol-ngobrol dengan Farida sebentar dan juga temannya jo yang satunya. Kamudian kami pulang dan di jalan kami mampir di warung barat jalan di bandar kidul beli mie goreng dan es teh. Kami makan bersama hampir setiap minggu sekali dan aku lebih suka memberi jika punya uang dari pada meminta belas kasihan. Kami menikmati hal tersebut dan kemudian kami harus membayar Rp.13.500,- untuk 2 porsi. Usai makan kami pulang menuju konter langganannya jo untuk DP pulsa dan sepulangnya dari sana mampir shalat isya’ di masjid Ngronggo yang mana saat itu pas adzan isya’ dan juga langsung di iqomati. Kami sholat berjamaah sampai akhir dan setelah itu pulang dengan hati damai tidak ada beban untuk shalat dirumah. Di rumah makan dan juga nonton TV sampai pukul 22.00 WIB lalu tidur.
Pada hari sabtu sore ada kegiatan Latihan Kepemimpinan anak osis MAN kandat yang di selenggarakan di sekolah. Sedang aku tak datang dengan segera, hujan deras serta aku lebih suka membaca buku. Pada saat adzan magrib aku ke masjid dan sholat berjamaah, usai itu mengaji dan selanjutnya pulang makan dengan lauk Swiwi. Usai makan baca buku Change lagi dan isya’ baru ke masjid dan setelah itu ke MAN untuk melihat-lihat situasi dan kondisi. Aku pantau dari luar dan saat itu pak juairi sedang mengisi materi adik-adik serta memotivasinya. Usai itu kami ngobrol diluar dengan Jovita dan Agus. Kami membahas tentang bagaimana memajukan MAN kandat dan terbebas dari korupsi, kolusi, Nepotisme. Karena pak juairi ada acara lain yaitu tetangganya meninggal maka pak juairi pulang dan hujanpun masih cukup lumayan deras. Persiapan api unggun dan juga penataan kembali manajemen osis baru. Pukul 21.00 WIB api unggun dan juga permainan yang di isi oleh Agus. Sementara aku hanya duduk di teras mengamati. Aku duduk di sebelahnya jovita dan hati serasa damai saat itu. Meskipun saat itu lampu dimatikan aku tak berbuat apa-apa, karena aku mencoba menghargai kesuciannya. Adik adik diminta membunyikan yel kelompoknya dan juga pentas seni. Ada yang mendrama, maupun yang lain. Setelah itu adik-adik diminta membuat tandu dengan 2 tongkat 1 tali serta mengangkat salah satu dari regunya jika sudah selesai. Ada 4 regu saat itu dan regunya khulub yang duluan lalu pasiennya di tandu keliling rute yang telah ditentukan. Mereka ketawa dan juga takut akan jatuh dari tandu.
Setelah selesai membuat tandu adik adik lapar dan di beri makan lagi satu bungkus nasi pecel dan 2 gelas air mineral untuk satu kelompok yaitu 4-5 orang. Mereka harus makan setelah mendapat aba-aba dari agus. Mereka makan dan minum bersama dan mereka senang dan melupakan semua masalah yang sedang ada. Pukul 22.00 WIB adik-adik tidur dan aku dengan Fuad, Tofa dan Kahfi berdebat mengenai perbedaan waktu dan bagaimana mencari solusinya. Selain itu juga aku cerita masalah MAN dari awal sampai sekarang dan juga masalah persik mania yang gila bola. Ternyata yang kuat terjaga menemaniku saat itu adalah Fuad sampai jam satu. Lalu kami bangunkan adik-adik untuk renungan dan juga permainan malam. Pukul 02.00 WIB aku berangkat tidur dan bangun pukul 03.30 WIB kemudian wudhu dan shalat malam. Usai shalat malam aku ikut acara hingga subuh, aku merekam acara tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar