Entri Populer

bahasaku bahasa .........

Bahasaku adalah bahasa yang aku mengerti dan aku berharap orang lainpun mengerti. susah memang memahami bahasa bila kita tidak mengenalnya. amati kehidupan, maka kamu akan menemukan bahasa sejati. bahasa sanubari dan ekspresi


Januari 25, 2011

KISAH SEMUT MERAH KULIAH


Perjalananku yang panjang
Aku adalah dua bersaudara yang memiliki kaki 4, kebiasaanku adalah selalu mendatangi tempat yang berdaun, warna tubuhku adalah merah.  Orang memanggilku semut merah. Pada suatu hari ketika aku sedang berjalan-jalan dengan saudaraku dari satu pohon ke pohon lain melewati ranting-ranting dengan sangat riangnya. Melihat benda yang besar akupun segera mendekatinya dan kemudian aku menaikinya sampai di suatu tempat dimana aku dan saudaraku bisa melihat tubuh sendiri. Aku bersama saudaraku terus berkutit di situ dan tidak lama kemudian muncul sesosok orang dengan tubuh besar dan berbaju hitam-hitam dengan kepala tertutup dari sebuah benda yang berat yang selalu melindunginya yaitu helm. Dengan sigapnya benda yang aku naiki diambil olehnya dan akupun tidak sempat untuk turun dari benda itu, bahkan aku terus dibawa bersamanya. Begitu juga dengan saudaraku yang juga masih bersamaku di benda itu. Kata orang-orang benda yang aku naiki adalah sebuah sepeda motor yang dijalankan dengan mesin dengan berbahan bakar dari bensin yang keberadaannya kini semakin langka. Serta harganya yang sempat melambung tinggi yang membuat manusia merasa sulit untuk mendapatkannya karena tak sesuai dengan kemampuan pendapatannya.
Kembali kepada ceritaku, aku dengan saudaraku berpegang erat-erat di tiang Spion sepeda motor yang aku naiki dan semakin lama semakin terasa kencangnya melaju dan aku dengan saudaraku merasa hampir tidak mampu menahan kencangnya angin yang membawa kami. Untung orang yang mengendarainya melihat kearahku dan juga saudaraku yang berada di tiang spion tersebut. Semakin lama orang tersebut mengerti kalau aku sudah hampir tidak mampu menahan angin yang kencang, sehingga akhirnya memperlambat kecepatan dan mengajakku dengan saudaraku bicara. Sambil tersenyum dan bangga bahwa kami mau ikut untuk belajar di kampus sekaligus bertransmigrasi dari tempat semula. Setelah tahu aku sudah tenang orang tersebut tetap tersenyum dan akupun dengan saudaraku semakin senang saja. Aku memberanikan berdiri tegak memandang ke depan seolah-olah seorang jenderal perang yang sedang mengawasi jalanan dimana ada musuh atau tidak. Setelah aku menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan sampailah aku di sebuah kampus yang cukup besar di Kediri. Setelah aku melihat ke arah tulisan terpampang tulisan “ UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI” . ya ternyata aku sampai dikampus biru, kampusnya anak-anak mahasiswa yang gemar mencari ilmu. Setelah aku tahu ternyata orang yang aku katakana besar itu adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Nusantara PGRI Kediri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar