SELAMAT ULANG TAHUN ZALvA

Minggu, 28 Maret 2011, aku bangun pagi tidak seperti biasanya, aku kesiangan karena semalam begadang. Pukul setengah 5 pagi aku baru bangun, mandi dan kemudian shalat di rumah. Usai itu aku melakukan pekerjaanku membersihkan halaman, memberi makan kambing dan ikan lele. Setelah itu memijat bapak hingga waktu menunjukkan pukul 8.00 WIB dan aku kemudian dengan membawa netbook dan kameraku berangkat menuju rumah Fiki di Balong untuk mendokumentasikan kegiatan Ulang tahun keponakannya Zalfa yang ke-5, dengan penuh rasa suka aku menuju ke sana. Sesampai di rumahnya aku tak langsung masuk melainkan duduk di sebuah kursi panjang yang berada di teras rumahnya. Aku ketemu ponakannya dan juga teman mainnya. Kemudian aku membuka netbookku dan mencari storyku untuk menulis. Namun ternyata hilang karena tertindih saat aku memindahkan data menjadi satu dulu. Aku menyesal dan aku masih belum bisa melupakannya, semoga aku sudah mengkopinya dalam CD yang aku lakukan beberapa waktu yang lalu. Karena data storyku sudah ada 200 halaman lebih. Tidak berselang beberapa lama kemudian Lia dan temannya datng di susul calon suami Fiki dan akhirnya aku terlibat obrolan dengan mereka. Begitu juga teman-teman keponakan Fiki sudah pada dating. Pukul 9 rencana acara dimulai, namun karena kue yang dipesan tak juga kunjung datang maka acara molor hingga pukul 10.00 WIB. Sambil menunggun datangnya kue aku ajak anak-anak bermain merebutkan apa yang ada ditanganku, sehingga dengan sekuat tenaga mereka membuka genggaman tanganku dan tidak berhasil sampai beberapa waktu. Selain itu juga bermain memecahkan balon dengan mendudukinya. Acara dimulai dengan bedoa yang dipandu oleh lia dan kemudian dilanjutkan menyanyikan sebuah lagu “Selamat Ulang Tahun” untuk Zalfa. Dengan suasana ceria teman-teman Zalfa menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” dan kemudian dilanjutkan dengan memotong kue.kue pertama yang dipotong Zalfa diberikan kepada neneknya karena ibu dan bapaknya kerja di luar negeri. Usai menvberikan kue kepada nenek dilanjutkan kepada Fiki, calon suaminya Fiki dan teman-temannya satu persatu. Tidak lupa kami berfoto bersama dan dengan
kejahilanku, aku mengambil kue yang karamelnya kemudian mencolekkannya ke wajah Fiki dan Iapun mengejarku dan membalas. Aku bisa menghindarinya namun selanjutnya aku juga masih kena imbasnya. Usai foto-foto, makan kue dan kegiatan ultah, adik-adik berdoa sebelum pulang dan bersalaman dengan zalfa. Entah karena balas dendam atau juga mau iseng, Fiki akhirnya mencolek pipi teman zalfa dengan cream kue satu persatu sebelum memberikan jajan. Mereka ada yang menghindar dan ada yang kena banyak sekali.
kejahilanku, aku mengambil kue yang karamelnya kemudian mencolekkannya ke wajah Fiki dan Iapun mengejarku dan membalas. Aku bisa menghindarinya namun selanjutnya aku juga masih kena imbasnya. Usai foto-foto, makan kue dan kegiatan ultah, adik-adik berdoa sebelum pulang dan bersalaman dengan zalfa. Entah karena balas dendam atau juga mau iseng, Fiki akhirnya mencolek pipi teman zalfa dengan cream kue satu persatu sebelum memberikan jajan. Mereka ada yang menghindar dan ada yang kena banyak sekali.
Setelah mereka pulang, aku mentranfer data ke dalam netbookku dan memperlihatkannya kepada Fiki dan teman-teman sambil menikmmati onde-onde dan juga kerupuk yang telah disediakan. Setelah itu karena capek aku biarkan mereka melihat-lihat dan aku tinggal berbaring sambil menunggu waktu adzan duhur. Pukul 12.30 WIB aku mendengar suara adzan duhur dari mushalla terdekat dan akupun segera menuju ke
Tidak ada komentar:
Posting Komentar