Entri Populer

bahasaku bahasa .........

Bahasaku adalah bahasa yang aku mengerti dan aku berharap orang lainpun mengerti. susah memang memahami bahasa bila kita tidak mengenalnya. amati kehidupan, maka kamu akan menemukan bahasa sejati. bahasa sanubari dan ekspresi


Januari 03, 2012

Maafkan Aku


MAAFKAN AKU
Genap sudah satu bulan aku menghilang dari kehidupan cinta yang tak terjawab oleh adik yang kucintai dari Tulungagung, dan begitu cepatnya aku berubah haluan cinta kepada seorang gadis yang aku rasa sangat cantik. Dia adalah teman kuliahku satu Fakultas namun beda Jurusan. Awal aku mencintainya sebenarnya sudah terasa sejak lama, namun karena ku tau ia telah memiliki pacar dan aku masih berusaha mengikat diri karena masih mencintai temanku yang juga satu Fakultas maka aku urungkan niatanku itu. Namun ketika aku membaca buku “Dalam Mihrab Cinta” dan melihat aku membaca buku itu maka timbullah niatnya untuk meminjam buku itu, buku aku pinjamkan setelah aku selesai membacanya. Waktu itu buku aku pinjamkan pada hari jum’at tanggal 21 Januari 2011 usai aku pulang dari materi kuliah tambahan dosen mata kuliah pemasaranku. Buku aku antarkan ke rumahnya karena ia meminta aku mengantarkannya dikarenakan ia masih sibuk dengan tugasnya di rumah. Buku aku antarkan dan aku berhenti di rumahnya hanya sebentar bersama temanku yang dari medan yang kuliahnya sana dengan kami. Karena hari jum’at aku harus segera pulang.
Berawal dari itulah bersemi bunga cintaku kepadanya setelah ku tahu kalau dia sudah tidak ada yang memiliki lagi. Memiliki jiwanya karena yang mencintainya telah meninggalkan dirinya dalam kesendirian. Aku mencoba masuk ke dalam hatinya dan aku mencoba mengerti akan apa yang ada dalam dirinya, apa yang terjadi dengannya. Aku terus mendekat dengannya dan iapun mendekat denganku. Perasaan bahagia yang teramat sangat aku rasakan. Hal tersebut berjalan beberapa hari, namun ketika aku mulai menyatakan rasa sayangku padanya iapun menolaknya lantaran hatinya masih terpaku kepada pacarnya yang lama yang masih membekas. Aku mencoba untuk menghiburnya dan membuktikan padanya kalau aku akan bisa menjadikannya bahagia dan melupakan mantannya meskipun itu teramat sulit. Pada tanggal 5  februari 2011 aku merasa frustasi karena cintaku yang aku katakan kepadanya tak juga mendapat tanggapan yang membuatku bahagia kembali, justru penolakan semakin kuat dan tak ada rasa padaku. Hari sabtu itu aku memintanya menemuiku di masjid sebelah PMI kota tapi ia menolak dan memintaku menemuinya di masjid Agung. Pukul 9.00 rencana ketemuannya. Akupun dengan sangat bingung tuk menyatakan perasaanku padanya secara langsung, aku membawa al qur’an tuk ku mengaji dan juga membawa sebilah belati untuk mengakhiri penderitaan cintaku.
Aku dengan mengendari sepeda motor menuju ke masjid dan kemudian menunggunya di sebelah beduq dengan terlebih dahulu melaksanakan shalat tahiyat masjid. Baru kemudian mengaji al qur’an sampai ia datang. Usai mengaji aku memintanya berwudhu namun tak juga kunjung dilakukan sehingga aku tak bisa mengatakan apa yang sebenarnya mau aku katakan. Waktu berjalan lama dan kata-katanya yang mencoba agar aku mengatakan apa yang ku mau tak sanggup membuka mulutku, hingga akhirnya aku mengambil air wudhu dan kemudian melaksanakan shalat duha, setelah itu memberikan secarik kertas agar ia melakukan kepadaku agar menusukkan belati ketika aku shalat duha tak kesampaian dan kemarahannya membuatku semakin tak kuasa. Ia membodoh-bodohkan tindakanku dan kemudian berusaha menenangkanku. Akupun tenang setelah ia memberi secercah harapan agar aku membuat ia cinta kepadaku dengan cara yang baik dan wajar. Akupun berusaha melakukan itu dan aku terus berusaha memberikan apa yang bisa aku berikan kepadanya. Perhatian, cinta, atau apapun yang bisa aku berikan. Buku, aku ajak makan bareng, aku temanin bepergian sampai ke Jombang hanya untuk mencari Bros untuk usahanya.
Satu bulan sudah aku mencoba bertahan dan mencoba menemukan jawaban akan mau dibawa kemana hatiku ini. Aku masih berusaha mencintainya dan terus menyakinkannya. Apapun kesibukanku aku katakana padanya begitu pula ia selalu mengkonfirmasiku. Namun sejak acara kemarin tanggal 23 pebruari 2011  ke WBL lamongan sepulangnya dari sana aku masih bisa biasa dengan kata-kata yang aku ucapkan kepadanya. Menjelang mau tidur tiba-tiba ia masih memberikan penolakan akan cintaku dan mengatakan menjalin hubungan dengan orang lain dan akan menikah usai wisuda. Akupun menjadi gundah gulana dan aku mencoba mencari kebenarannya. Hingga malam pukul 22.30 WIB aku masih mengorek keterangan darinya. Pagi hari aku masih mencoba mencari jawabannya dan tak kunjung aku mendapatkannya, penolakannya semakin kuat dan membuat hatiku menangis dan hatiku merinding teriris  sakit. Akupun tak kurang akal untuk tetap mengorek keterangan darinya meskipun aku sakit dihati. Meskipun lukaku semakin menjadi ditambah badanku yang memang sakit. Aku minta nomer cowok yang dicintainya itu dan iapun tak kunjung memberikan jawabannya. Akupun terus memaksanya untuk menberikan nomernya dan akhirnya ia memberikan.
Aku hubungi nomer itu dan aku katakana yang sesungguhnya kalau aku mencintainya. Aku bertanya bagaimana hubungan mereka berdua? Iapun menyebutkan namanya Heri dan mengatakan kalau ia kenal widya bahkan kedua keluarganya juga sudah saling mengenal dan antara mereka di jodohkan dan akan menikah seusai wisuda. Pupus sudah harapanku dan aku pun mencoba menegarkan diri. Aku meminta agar ia jangan sekali-kali menyakiti hatinya dan akan selalu menjaganya. Ia berjanji akan melakukan itu dan aku lega. Kini detik ini, malam jum’at tanggal 24 Pebruari 2011 tepat satu bulan sebelum ulang tahunku. Aku ikhlaskan melepaskannya dariku untuk orang yang telah dijodohkan dengannya. Meskipun aku heran jaman Siti Nurbaya masih berlaku di keluarganya. Masa bodoh dengan itu semua, semakin aku pikirkan maka akan semakin menyiksaku. Tuhan hanya pada-Mu hamba meminta yang terbaik untuk hamba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar