Entri Populer

bahasaku bahasa .........

Bahasaku adalah bahasa yang aku mengerti dan aku berharap orang lainpun mengerti. susah memang memahami bahasa bila kita tidak mengenalnya. amati kehidupan, maka kamu akan menemukan bahasa sejati. bahasa sanubari dan ekspresi


Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hujan. Tampilkan semua postingan

Januari 03, 2012

14 desember 2010


SEMANGAT DIKALA HUJAN DERAS

Selasa,14 Desember 2010, Aku bangun tidur pukul 03.50 WIB dan kemudian menjalankan shalat subuh di masjid berjamaah. Setelah shalat subuh aku membaca ayat suci  al-qur’an dan kemudian pulang setelah selesai membaca. Di rumah aku mengambil buku tugasku mata kuliah Manajemen Operasi dan mengerjakannya. Yaitu bab Trend pangkat tunggal dan jamak. Pukul 05.15 WIB aku menghentikan mengerjakan tugas dan melanjutkan dengan menyapu halaman dan memberi makan kambing sampai pukul 07,00 WIB. Sambil menunggu memberi makan ikan aku mengerjakan tugas lagi, baru pukul 7.50 WIB aku memberi makan ikan dan kemudian melanjutkan mengerjakan tugas. Dalam mengerjakan tugas aku sesekali di panggil ibu untuk membantu menyalakan air karena paving yang dipasang posisinya tidak pas sehingga menimbulkan genangan. Selain itu aku juga memijat bapak sambil mendengarkan siaran langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di ITS Surabaya. Setelah itu aku mengerjakan tugas sampai pukul 10.50 WIB baru kelar semua. Aku harus mematuhi jadwalku yaitu aku harus shalat duha, maka aku menyegarakan diri mandi dan kemudian shalat duha di rumah. Aku mohon kepada Allah sesuai apa yang terdapat dalam doa shalat duha dan juga kemudahan dalam menuntut ilmu.
Setelah selesai shalat duha aku membuat cerita “Perjalanan Semut Merah” dimana aku mengambilnya dari pengalamanku menyaksikan ada semut merah yang ikut aku ke kampus. Usai itu adzan duhur dikumandangkan dan aku menyegerakan diri untuk shalat duhur berjamaah di masjid. Usai shalat duhur dan berdoa aku pulang dan beberapa saat menemui farida yang sedang bersama temannya di MAN Kandat. Aku pulang dan menyiapkan kebutuhan kuliahku. Setelah siap aku berangkat ke kampus dengan sepeda motor kesayanganku FIT X dengan nopol AG 2712 HB. Dalam perjalanan aku merasa sangat senang sekali karena hari ini aku sudah sedikit banyak terbebas dari belenggu fikiran yang aku ingin curahkan kepada orang yang aku sayangi. Aku sadar apa yang aku lakukan akan membawaku pada ketidakpercayaannya jika aku lanjutkan. Maka aku memutuskan biarlah berlalu dan aku buka lembaran baru. Sesampai di kampus aku taruh jaketku di gantungan lemari perpustakaan dan kemudian aku menuju ke kelas serta membuka notebook dan on line sebentar. Pukul 13.15 WIB aku mencoba tidur karena lelah banget. Pukul 13.30 WIB pak Badrus sudah datang dan aku mengikuti perkuliahannya hingga selesai.
Pukul 15.20 WIB selesai dan aku segera turun dari kelas kemudian menuju ke mushalla untuk melaksanakan shalat ashar berjamaah dengan pak Badrus dan kawan-kawan. Usai shalat mengikuti mata kuliah bunda Ema. Saatnya kelompokku presentasi makalah, aku tata kursi-kursi yang diperlukan dan kemudian aku yang menjadi moderator. Teman-teman peserta aku bagi 3 kelompok agar mudah dalam memberikan pertanyaan. Acara presesntasi siap dan berbagai pertanyaan yang telah aku bagi kelompok juga sudah siap. Tiap sesi pertanyaan aku beri kesempatan 3 penanya saja karena aku memberikan kesempatan bertanya pada sesi berikutnya. Pertanyaan demi pertanyaan telah dilontarkan oleh masing-masing kelompok dan kamipun menjawabnya dengan penuh semangat dan rasa penasaran akan pertanyaan yang disampaikan. Hal tersebut terjadi hingga ada 3 sesi pertanyaan dan semua dapat kami jawab, aku tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk on line dengan notebookku untuk mencari tambahan bahan presentasi terhadap pertanyaan yang disampaikan. Usai itu aku akhiri dan kemudian aku pergi ke ruang dekan untuk menemani bunda Ema. Dalam perjalanan ke ruang dekan aku melihat di laboratorium biologi adik Lilik sedang praktik. Akupun tak menyapanya karena banyak temannya dan aku tidak mau mengganggunya. Dengan bunda Ema di ruang dekan ketemu mas Andi dan pak Handoyo dan sesekali aku sms bunda Sri karena waktu mata kuliahnya. Usai itu dengan bunda Ema kembali ke gedung Fakultas Ekonomi dan pas di depan laboratorium Biologi aku ketemu adik Lilik lagi dan berbicara sebentar karena aku harus mengikuti perkuliahan lagi. Kalaupun tidak ada perkuliahan aku akan bertanya banyak mengenai permasalahanku dengan si Tyo yang membuatku terkadang geram karena selalu menterorku. Sesampai di kelas akupun segera menghapus papan tulis dan tidak lama kemudian bunda Sri datang dengan memakai kaca mata dan membawa buku catatannya. Kami diajar mata kuliah manajemen pemasaran 2 dan perkuliahan berlangsung hingga pukul 18.20 WIB. Usai perkuliahan akupun segera keluar untuk melaksanakan shalat magrib. Namun sebelum memulai wudhu aku sempatkan berdoa dan mengambil seteguk air dari kran untuk membatalkan puasa. Usai itu baru wudhu dan shalat berjamaah dengan makmum masbu’ 1 rakaat. Usai shalat aku persiapan pulang dan buku ku aku tinggal di lemari perpus karena hujan turun dengan lebatnya. Aku pulang dengan mengenakan mantel dan langsung menuju ke kampong halamanku karena aku ingin hormat haji yang baru pulang semalam. Meskipun hujan deras mengguyur aku tak putus semangat untuk pulang. Akhirnya pukul 19.06 di jam HPku, aku sampailah di rumah. Di rumah aku makan mie, telur dan tahu dari acara hormat haji. Tidak lama kemudian aku shalat isya’ sendirian di kamar dan kemudian berencana mau hormat haji dengan bapak, tapi karena masih hujan aku tangguhkan dulu. Baru ketika listrik mati dan hujan reda aku dengan bapak dengan menggunkan sepeda motor berangkat hormat haji ke rumah pak Sumadi, Ibu Marfu’ah dan mbah Ti. Kami tiap satu rumah makan dan minum sehingga perut terasa kenyang. Pukul 21.15 WIB selesai dari tiga rumah dan kemudian pulang, tak lama kemudian aku pulang ke kandat dengan bertahan terhadap hawa dingin. Sesampainya di kandat pintu gerbang sudah ditutup namun tidak di kunci, aku buka satu pengunci bisa dan pengunci satunya aku sms temanku agar membukakannya. Tapi karena tidak segera dibuka maka aku buka dengan menggunaka  sapu seperti biasanya.
Kemudian aku menulis cerita dan sambil sms dengan temanku yang nota bene katanya kalau sedang bermesraan dengan istrinya suka di tempat yang rame suara. Karena aku capek maka akupun selesaikan dan tidur. 

Latgam SMP Kandat dan Ngadiluwih


LATIHAN GABUNGAN SMPN I KANDAT
DENGAN SMPN I NGADILUWIH
Senin,27 Desember 2010, Aku bangun tidur pukul 3.25 WIB dan kemudian mandi dan melaksanakan shalat malam setelahnya serta dilanjutkan shalat subuh di masjid. Aku berjalan dengan segera ketika adzan sudah dikumandangkan. Hawa sejuk embun pagi menyertai dalam perjalananku menuju ke masjid. Karena hujan yang beberapa hari ini turun turut membawa berkah untuk desaku. Aku menjalankan shalat subuh berjamaah dengan rapinya dan penuh kekhusyukan dari para jamaah. Shalat berjamaah ini merupakn rutinitas kami selama berada dikandat. Usai melaksanakan shalat aku mengambil sebuah al qur’an ditumpukan alqur’an yang tertata rapi di sebuah tangga disalah satu sisi tiang masjid. Aku duduk bersandar di tembok diantara 2 pintu dan kemudian membacanya beberapa ayat. Aku membaca surat waqingah dimana pada sebagian ayat dari surat tersebut terdapat ayat-ayat yang mengajarkan bagaimana suatu kehidupan antara orang golongan kanan dan kiri. Dan yang tak kalah pentingnya yaitu bahwa Allah menjanjikan akan memberikan kemudahan bagi hamba-hambanya yang gemar membaca surat tersebut. Seusai membaca al-qur’an aku berjalan pulang dan kemudian sesampai di rumah aku membaca sedikit buku karya Habiburrahman yang baberapa hari terakhir aku baca. Dengan penuh konsentrasi aku mencoba memahami isi bacaan yang ada, namun lagi-lagi aku tak mampu menyelesaikan bacaanku itu karena aku merasa mata maunya terpejam terus. Sehingga dari sebagian waktu aku membaca aku sering sempoyong kaget karena aku sempat tertidur. Karena hal tersebut aku rasa cukup sulit juga, maka akupun meletakkan buku yan aku baca dan menaikkan kakiku ke atas meja seraya tidur di kursi. Entah apa geranga sehingga aku tak berapa lama tidur terlelap.
Waktu menunjukkan pukul 05.30 WIB dan akupun akhirnya bangun dengan glagapan karena sudah siang dan aku harus segera melaksanakan pekerjaanku yang harus aku lakukan dengan rutin. Aku kemudian mengganti bajuku dan langsung menuju halaman untuk mengambil sapu dan tempat sampah kemudian membersihkan halaman rumah dengan sambil sms beberapa kali karena suatu hal yang penting. Setelah semua bersih dan waktu menunjukkan pukul 06.30 WIB aku segera menuju ke rumah dan melakukan pemeriksaan gula darah bapak. Aku ambil alat-alatnya yang berupa thermometer, stetoskop, jarum tes dan glukosa meter. Aku kemudian memeriksa tensi bapak yang ketika itu sedang duduk bersama keponakannya sambil nonton TV dan bercerita tentang pengalamannya selama berada di angkatan laut dan pemerintahan. Aku sempat mendengar kalau bapak pernah diberi tugas untuk menyelesaikan masalah administrasi pegawai negeri dalam waktu satu tahun, namun mampu diselesaikan dalam lima bulan lebih sedikit. Ya, itu suatu prestasi yang membanggakan yang tidak pernah terlupakan olehnya selama menjabat sebagai pegawai Negara. Usai memeriksa tensi dan gula darahnya aku pun segera membereskan alat-alatnya dan kemudian berganti profesi. Waktu menunjukkan pukul 07.00 WIB berarti aku harus berganti menjadi peternak. Ya peternak kambing dan lele. Aku memberikan makan kambing setiap hari selama setahun terakhir dengan makanan cacapan kedelai dan dedak sebagai makanan utama serta makanan yang lainnya. Aku setiap hari berkomunikasi dengan kambing-kambing yang ada dan selalu merasakan ada yang berbeda. Meskipun kambing tidak bisa berbicara selayaknya manusia, namun kambing mampu berkomunikasi denganku. Terbukti saat kakinya terjepit diantara bamboo-bambu yang ada sehingga aku harus menariknya keluar. Apa lagi saat itu ada satu kambing yang kepalanya masuk ke pagar bamboo dan tidak bisa keluar sampai mengakibatkan mulutnya berdarah dan tanduknya retak. Sehingga aku harus mengambil gergaji dan memotong bambu tersebut agar si kambing bisa keluar. Setelah aku gergaji dan si kambing bisa keluar maka si kambing tersebut akhirnya ikut makan bersama kambing-kambing yang lain dan akupun merasakan lega. Usai memberi makan kambing akupun melanjutkan memberi makan ikan lele yang berada di kolam yang letaknya tidak jauh dari kandang kambing.  Aku beri makan dengan pellet sebanyak ukuran standar. Karena kalau kelebihan akan menyebabkan ikan teler dan mati.   
Usai memberi makan ikan aku berganti baju dengan kaos pramuka dan celana pramuka. Kemudian aku ijin kepada ibu untuk pergi ke SMPN I kandat untuk mengikuti Latihan Gabungan karena aku dimintai bantuan. Aku berangkat menggunakan sepeda motorku dan langsung meluncur ke SMP. Sesampai di sana aku langsung masuk menuju ke tempat parker yang berada di belakang kelas dan kemudian menuju ke lapangan untuk melihat situasi perkemahan. Aku melihat adik-adik sudah mulai mendirikan tenda mereka dengan penuh kerja sama dan kompak. Tidak lama kemudian aku mengikuti pembagian tugas panitia dan aku tak dapat berjanji karena aku sore ada kuliah. Usai rapat kami menuju ke lapangan kembali dan persiapan upacara pembukaan latihan gabungan. Tepat pukul 10.15 WIB upacara di mulai dan aku mendokumentasikannya. Petugas upacara gabungan dari SMP I Kandat dan SMP I Ngadiluwih . upacara berjalan dengan lancer dengan Pembina upacara oleh bapak Kepala Sekolah sendiri. Sebelum upacara selesai aku menyegerakan diri untuk shalat duha di mushalla sekolah. Karena waktu sudah menunjukkan hampir  pukul 11.00 WIB. Aku menuju ke mushalla dengan cukup jalan kaki dan kemudian mengambil air wudhu di kamar mandi dekat mushalla, saat aku lihat kondisi kamar mandi sudah tidak begitu terurus sehingga kemacetan jalan pembuangan air terjadi yang mengakibatkan cukup adanya bau yan tidak mengenakkan. Ah, aku tidak memperdulikan itu karena waktu shalat hampir  habis, aku segerakan mengambil air wudhu dan kemudian shalat di teras mushalla sebanyak 12 rakaat. Saat itu aku melihat hujan sudah mulai turun dengan ringan. Namun mampu membuat basah di baju. Aku usai shalat langsung menuju ke lapangan dan aku melihat adik-adik kocar kacir kesana kemari untuk memindahkan barang-barang bawaannya.
Melihat hal tersebut akupun merasa heran  karena oleh adik-adik yang dari SMP kandat mereka dibingungkan penempatan barang-barang mereka. Sementara hujan semakin membasahi pakaian mereka yang coklat-coklat melambangkan keagungan seorang pramuka. Aku tak mampu mengarahkan karena aku belum tahu kondisi sepenuhnya, sementara menurut sebagian sumber informasi bahwa ada kesulitan fasilitas dari sekolah. Pukul 11.20 WIB aku dengan pak Amir meninggalkan perkemahan untuk pergi ke kantor kementerian agama dan juga menjenguk adik pramuka MAN Kandat yang sedang latihan Gabungan di SMK Kerto. Dengan menggunakan sepeda motorku dan suasana masih sedikit gerimis aku pacu sepeda motor sambil memboncengnya. Aku sesekali menghembuskan napas panjang dan menghentakkan badan kedinginan karena memang aku tidak memakai jaket yang biasa aku pakai.